Welcome to my Blog


Sabtu, 24 Maret 2012

Ekonomi

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Dampak krisis moneter yang melanda Negara-negara di kawasan asia khususnya di Indonesia pada tahun 1997 telah mengakibatkan memburuknya kinerja ekonomi dari masing-masing Negara yang mengalaminya. Dampak buruk tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang rendah, menurunnya daya beli masyarakat, stagnasi di bidang investasi, hancurnya bidang pasar modal, macetnya kredit perbankan, kerusuhan yang terjadi dimana-mana. Tingginya tingkat pengangguran yang merupakan indicator untuk mengukur dampak yang di timbulkan krisis moneter.
Dengan terpuruknya kinerja perekonomian Indonesia, maka di perlukan langkah-langkah penyelamatan perekonomian Indonesia, sehingga Indonesia dapat pulih dari dampak krisis moneter. Reformasi hukum yang merupakan salah satu faktor kunci terpenting dalam menciptakan kepastian hukum untuk mengtasi krisis moneter di samping reformasi di bidang ekonomi, social, dan politik
Dampak krisis moneter khusus nya terhadap tenaga kerja, migrasi, dan pada giliran nya kehidupan keluarga. Dimensi dan konsekuensi social dan krisis moneter serta ekonomi memang sudah banyak di bicarakan , meskipun sebenar nya kurang di antisipasi. Apa lagi jika dibandingkan dengan prediksi-prediksi dari aspek ekonomi, padahal dampak social dari berbagai krisis tersebut tidak boleh di abaikan dan harus segera di antisipasi. Karena penilaian dan analisis dari aspek-aspek ini dapat menjadi masukan penting untuk diskusi kebijaksanaan, dan penyesuaian-penyesuain program interverensi yang mengikutinya, dan juga untuk menghindari “hutang social” yang harus dibayar kelak oleh anak cucu.
Dengan adanya krisis ekonomi sekarang keadaan suram dari sector ketenaga kerjaan ini jauh bertambah yang kemudian di tambah lagi dengan pemulangan TKI dari Negara penerima, baik dari kontaknya yang habis maupun sebagai dampak dari resesi global, sehingga menambah pengangguran.
Dalam menghadapi krisis moneter dan ekonomi yang terjadi di Negara Indonesia, lembaga ke uangan misalnya IMF menawarkan bantuan hutang dalam bentuk program paket pemilihan ekonomi.

B.      Rumusan Masalah
Dengan terjadinya krisis moneter pada saat ini dapat kita lihat bahwa masih banyak di daerah kita yang terjadinya bencana alam terhadap tenaga  kerja. Itu di akibat kan kurangnya lapangan kerja di daerah-daerah tersebut, dampak buruk tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang rendah, menurunnya daya beli masyarakat, stagnasi di bidang investasi, hancurnya bidang pasar modal, macetnya kredit perbankan, kerusuhan yang terjadi dimana-mana. Tingginya tingkat pengangguran yang merupakan indicator untuk mengukur dampak yang di timbulkan krisis moneter.
Kita harus mengakui adanya factor imbas dari gejolak nolai tukar mata uang Negara-negara tetangga, yang di mulai dari Thailand. Namun, factor ekternal tersebut di perkirakan lebih kecil efeknya daripada tiga masalah internal perekonomian kita yang mencuat di permukaan selama dua tahun terakhir. Masalah pertama adalah akumulasi serta membengkaknya kesenjangan dan investasi masyarakat yang tercermin pula dalam devisit transaksi berjalan. Kedua, adalah lemahnya sector perbankan seperti tercermin dari besarnya kredit macet yang di sebabkan oleh praktek perbankan yang tidak berhati-hati. ketiga, yakni besarnya hutang perusahaan swasta kita dalam bentuk dolar.     



BAB II
PEMBAHASAN

Krisis ekonomi yang sedang kita alami sekarang secara mendasar telah mengubah kondisi perekonomian Indonesia. Dampak negatifnya di rasakan oleh seluruh lapisan mesyarakat, pertumbuhan ekonomi kita menurun tajam di sertai pengangguran yang semakin pesat. Kenaikan harga-harga tidak tertahankan lagi. Keadaan akan menjadi lebih buruk dengan adanya musim kekerinngan yang sangat panjang. Di beberapa daerah telah terjadi rawan pangan yang cukup parah, kondisi yang berat ini tentu akan mempengaruhi pembangunana nasional kita di masa depan.  
Sejak adanya krisis moneter yang kemudian telah meluas menjadi krisis ekonomi, serta konsekuensinya terhadap pertumbuhan ekonomi berdampak nyata terhadap semua segi kehidupan. Dengan terjadinya krisis moneter ini pengangguran bertambah dan daya beli masyarakat menurun atau berkurang dan laju Dengan adanya krisis ekonomi sekarang keadaan suram dari sector ketenagakerjaan ini jauh bertambah yang kemudian di tambah lagi dengan pemulangan TKI dari Negara penerima, baik dari kontaknya yang habis maupun sebagai dampak dari resesi global, sehingga menambah pengangguran.
Pertumbuha ekonomi untuk sementara terhenti. Dengan laju pertumbuhan yang terhenti, maka di bidang ketenagakerjaan dapat di antisipasi akan membengkaknya pekerja yang kehilangan atau tidak mendapatkan pekerjaan, karena meningkatkan putusnya hubungan kerja, sehingga akibat dari bangkrutnya tempat usaha, dan tidak berkembangnya investasi usaha yang baru. Gambaran mengenai ketenagakerjaan serta dampak nya yang timbul sebagai akibat krisis moneter dan ekonomi di identifikasikan oleh Djohari wirakarta kusuma (1998).
Dampak nyata seperti secara riil terdapat 125 perusahaan dengan 51724 pekerja yang telah di PHK ; antisipasi1998 tambahan pengangguran terbuka sekitar 1,1 juta orang untuk seluruh sector. Di perkirakan dapat berkembang lebih luas lagi bila kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia tidak segera pulih kembali.
Sudah jelas dengan adanya krisis ekonomi sekarang keadaan suram dari sector ketenaga kerjaan ini jauh bertambah yang kemudian di tambah lagi dengan pemulangan TKI dari Negara penerima, baik dari  kontaknya yang habis maupun sebagai dampak dari resesi global, sehingga menambah pengangguran. Diperkirakan jumlah nya terus bertambah dan mencapai angka tinggi, jika perkiraan itu benar yang  terkena dampak adalah lebih dari itu. Dengan perhitungan masing-masing penganggur itu menanggung  SAP mengacu kepada proses dimana Negara yang sedang membangun kembali ekonominya diarah kan untuk berorientasi pada pasar terbuka. Premis dari SAP adalah kekuatan pasar akan secara otomatis membawa pada efisiensi, keadaan ekonomi yang lebih sehat untuk jangka panjang. Semakin sedikit pemerintah pada bidang ekonomi di pandang akan lebih baik. Untuk mencapai perdagangan bebas global, pemerintah di anjurkan untuk membatasi proteksi atau subsidi terhadap barang dan pelayanan. Dengan demikian akan meningkat tabungan, menekan inflasi serta mendorong masuknya invesot dari luar.
Akan tetapi yang harus diwaspadai bahwa pasar hanya tanggap terhadap mereka (individu, keluarga dan negar) yang mempunyai kapasitas untuk ikut berpartisipasi. Dalam menghadapi kenyataan bahwa kita dalam keadaan lemah maka akan cenderung untuk menjual apa saja yang kita punyai dengan murah, termasuk tenaga dan sumber-sumber alam yang berlimpah. Hal ini akan berakibat pada hutang social dan hutang ekologi pada generasi mendatang, yang mangartikan nya menyalahi falsafah pembangunan yang sama-sama kita setujui yaitu pembangunan berkelanjutan .Krisis yang di hadapi oleh Indonesia harus di mengerti sebagai kesenjangan yang harus di tangani secara cepat dan tepat dan yang long term.
Dampak yang nyata dari strategi penyesuaian structural akan jelas terlihat pada kehidupan individu, khususnya berdampak lebih berat pada wanita di pedesaan. Ketika sumber-sumber hanya di nilai dalam kontek kalkulasi uang dan bukan dalam konteks keperluan dan kebutuhan  hidupnya, maka sebagian sumber-sumber seperti tanaman pangan barangkali tidak bernilai ekonomi dalam pasar, padahal hasil tanaman pangan tersebut telah mendorong dan menyelamatkan kehidupan keluarganya.
Di dalam pembagian kerja lelaki dan perempuan, yang mana perempuan biasanya di beri tugas untuk kesejahteraan keluarga. Ketiaka kebijaksanaan melepaskan proteksi pada pelayanan social dasar karena di pandang tidak meningkat kan pertumbuhan ekonomi, maka beban dan pelayanan keluarga dan komunitas menjadi pekerjaan dan tanggung jawab wanita yang tidak di bayar.
Beban wanita akan bertambah dengan adanya penciutan kesempatan kerja bagi mereka di pasar kerja dan memaksa mereka untuk terlibat dalam berbagai macam pekerjaan yang kecil-kecil dengan waktu kerja yang panjang tetapi pendapatannya kecil. Selain dari itu, keadaan ini juga akan memaksa mereka untuk pergi (berimigrasi) untuk mencari pekerjaan. Selanjutnya bertambah bnyak pula wanita yamg berimigrasi meninggalkan keluarga nya, sehingga akan berdampak terhadap pengasuhan dan pemeliharaan anak yang di tinggalkan nya.
Dampak terhadap kehidupan keluarga dan komunitas menimbulkan kebijaksanaan penyesuaian structural dalam bentuk pemotongan – pemotongan subsidi maupun proteksi di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, transportasi, umum akan berdampak langsung terhadap kehidupan keluarga dan komunitas, terutama bagi masyarakat miskin, dimana justru mereka sangat tergantung pada bentuk-bentuk subsidi dan proteksi tersebut.
Surplus sumber-sumber kita terutama untuk komoditas ekspor, tidak selalu di tanam kan kembali pada pembangunan manusia maupun kelestarian lingkungan. Sebaiknya dapat saja di bawa investor untuk investasi lebih lanjut. Dengan terpuruknya kinerja perekonomian Indonesia, maka di perlukan langkah-langkah penyelamatan perekonomian Indonesia, sehingga Indonesia dapat pulih dari dampak krisis moneter. Reformasi hokum yang merupakan salah satufaktor kunci terpenting dalam menciptakan kepastian hukum untuk mengtasi krisis moneter di samping reformasi di bidang ekonomi social dan politik
Pelajaran berharga yang dapat di ambil dari krisis moneter ini bahwa terciptanya ketergantungan yang semakin besar antara bangsa sehingga masalah yang timbul dari satu Negara menjadi masalah regional dan kemudian menjadi masalah internasional. Kemudian dengan adanya arus globalisasi (globalisasi pada hakekatnya adalah proses yang di timbulkan oleh suatu kegiatan atau prekarsa yang dampak berkalanjutan melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan). Maka tidak dapat di pungkiri masalah suatu Negara akan berdampak pada Negara lainnnya.
Selaain itu pelajaran lain yang bias di ambil dari dampak krisis moneter di Indonesia adalah terjadinya perubahan terhadap suatu system dalam suatu masa (reformasi) baik dalam bidang ekonomi, politik, social serta hokum salah satu tuntutan reformasi 1998 adalah di lakukan reformasi di bidang hukum. Kemudian dampak dari krisis moneter ini peranan uang dalam dunia modern uang tidak hanya berperan sebagai alat pembayaran dan alat tukar menukar namun uang dapat digunakan sebagai sebagai komoditi yang dapat di perdagangkan. Uang dibutuhkan untuk menggerakkan roda-roda perekonomian Indonesia yang terpuruk akitat krisis moneter. Investor membayar gaji karyawan serta menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen, baik di dalam maupun luar negri sehingga menghasilkan devisa bagi Negara serta menggerakkan ekonomi suatu Negara.
Pemerintah menyadari bahwa krisis ekonomi akan mempunyai dampak yang besar dan harus ditangani dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat crash program. Untuk menjaga kestabilitasan harga pangan, pemerintah telah mengimpor beras. Kegiatan crash program ini di arahkan kepada pekerja berketerampilan rendah di daerah perkotaan dan pedesaan. Sedangkan jenis kegiatanya mencakup rehabilitasi atau pembanguan jalan desa, saluran irigasi, lingkungan dan usaha-usaha produktif lainnya yang di butuhkan oleh masyarakat setempat.
Selaian krisis ekonomi kita juga mengalami kekeringan yang di sebabkan oleh badai El Nino yang mempengaruhi kawasan asia. Musim kekeringan yang berkepanjangan yang menyebabkan mundurnya musim tanam dan panen pada tahun 1997/1998 terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Selain berdampak langsung terhadap penurunan produksi sektor pertanian, musim kekeringan inipun mengkibatkan kebakaran hutan di beberapa daerah, yang pada gilirannya menurunkan produktivitas sector pertanian.
Melambatnya pertumbuhan sector pertanian ini juga ikut memberikan tekanan berat pada kemampuan perekonomian Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja, apalagi dalam keadaan krisis ekonomi seperti pada saat ini. Hal ini juga dapat mempengaruhi ketersediaan komoditi pangan, sehingga berpengaruh pula pada inflasi. Biasanya sector kontruksi di perkotaan dapat menyebabkan perlambatan pertumbuhan sector kontruksi ini berdampak pada penurunan tenaga kerja musiman yang bias di serap. Pekerja musiman, yang biasanya merupakan tenaga lepas,ini merupakan kelompok sasaran dari program padat kerja yang sudah mulai kita laksanakan.
Keadaan yang dianggap sebagai salah satu pemicu krisis ekonomi Indonesia yaitu tingginya suku bunga dalam negri pada waktu yang lalau membuat banyak perusahaan yang lebih tertarik mencari pinjaman luar negri yang bersuku bunga lebih rendah, khususnya dalam mata uang dolar AS, dari pada dana dalam negeri. Dengan adanya gejolak nilai tukar pihak swasta langsung memburu dolar untuk membayar hutang mereka, walaupun sebagian dari masa jatuh temponya belum tiba. Mereka khwatir ekonomi nya akan melemah, dan tentu saja akan mengganggu kesehatan perusahaan mereka.

 
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Krisis moneter dan ekonomi sungguh sangat berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari.yang mana dengan adanya krisis ini perusahaan-perusahaan akan mengalammi ke bangkrutan yang mana dampak atau pun imbas nya terhadap pengurangan atau pemecatan bagi tenaga kerja. Sehingga menimbulkan tingginya tingkat pengangguran yang ada di Negara kita,selain itu bertambahnya jumlah anggota keluarga yang mengalami kemiskinan.
Pelajaran berharga yang dapat di ambil dari krisis moneter ini bahwa terciptanya ketergantungan yang semakin besar antara bangsa sehingga masalah yang timbul dari satu Negara menjadi masalah regional dan kemudian menjadi masalah internasional. Kemudian dengan adanya arus globalisasi (globalisasi pada hakekatnya adalah proses yang di timbulkan oleh suatu kegiatan atau prekarsa yang dampak berkalanjutan melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan). Maka tidak dapat di pungkiri masalah suatu Negara akan berdampak pada Negara lainnnya.

B.Saran
Dengan berbagai keadaan seperti yang di uraikan di atas jelas bahwa sesungguhnya kita sedang dalam keadaan krisis ekonomi yang terparah, sehingga kita harus senantiasa memperhatikan keadaan perekonomian Negara kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar